output_0fyRz3

cara-menghadapi-musibah-bencana

Oleh: Abu Misykah

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Ketika seseorang mendapat musibah dan bencana, ia harus meyakini bahwa itu terjadi dengan kehendak Allah dan Izin-Nya. Ditimpakan kepada hamba dengan hikmah yang dikehendaki-Nya. Kewajiban hamba tersebut adalah bersabar, ridha dan menerima ketetapan Allah tersebut, serta berharap pahala kepada-Nya atas musibah yang menimpa.

Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Taghabun: 11)

Kata Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa musibah yang terjadi itu dengan perintah Allah; yaitu berasal dari takdir dan kehendak-Nya.

Siapa yang tertimpa musibah lalu sadar musibah itu terjadi dengan qadha’ dan takdir Allah; lalu ia sabar, berharap pahala dan menerima ketetapan takdir Allah, niscaya Allah tunjuki hatinya dan memberi ganti dunia yang hilang darinya dengan hidayah dalam hati dan keyakinan jujur. Terkadang Allah beri ganti semisal dengan apa yang telah diambil darinya atau diberi yang lebih baik.

Alqamah Radhiyallahu ‘Anhu pernah ditanya tentang ayat ini, ia berkata: dia adalah laki-laki yang tertimpa musibah, lalu ia tahu bahwa musibah itu dari sisi Allah kemudian ia ridha dan menerima lapang dada. Wallahu A’lam. [AM/madanitv.net]

output_0fyRz3
0 Likes
41 Views

You may also like

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.