keutamaan-tahajjud-awal-akhir-madanitvOleh: Abu Misykah

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Shalat tahajjud bagian dari shalat nafilah (sunnah) di waktu malam.  Dia bagian dari qiyamullail. Namun, sebaian ulama menghususkan sifatnya sebagai shalat yang dikerjakan setelah bangun tidur. Jadi tahajjud adalah shalat malam yang dikerjakan sesudah tidur. Karena tahajjud berasal dari kata al-hujud, maknanya: tarkun naum (meninggalkan tidur).

Al-Hajjaj bin ‘Amr al-Anshari Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “salah seorang kalian menyangka apabila ia bangun shalat di malam hari sampai masuk pagi ia telah bertahajjud. Sesungguhnya tahajjud adalah dirinya shalat setelah (bangun) tidur. Kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. (Disebutkan Al-Hafidz di al-Talkhis (2/35: isnadnya hasan)

Ketika seseorang melaksanakan shalat di waktu malam sebelum tidur, biasanya, disebut shalat qiyamullail. Apabila dikerjakannya setelah tidur, biasanya, disebut tahajjud. Namun intinya, ia bagian dari qiyamullain (shalat malam).

Waktu pelaksanaan shalat malam atau tahajjud adalah setelah melaksanakan shalat Isya’ sampai terbitnya fajar.

Syaikh Bin Bazz Rahimahullah menjelaskan waktunya di fatawanya yang berjudul “Waktu Shalah al-Tahajjud”,

التهجد من الليل يبدأ من صلاة العشاء، إذا فرغ من صلاة العشاء إلى طلوع الفجر، هذا هو محل التهجد، ما بين صلاة العشاء إلى طلوع الفجر

Shalat Tahajjud di waktu malam dimulai sejak shalat Isya’, -yakni- apabila selesai dari shalat Isya’ sampai terbitnya fajar. Inilah waktu shalat tahajjud, antara shalat Isya’ sampai terbit fajar.

Dari Kharijah Ibnu Hudzafah Radliyallaahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ اَللَّهَ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمُرِ اَلنَّعَمِ ” قُلْنَا : وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ ? قَالَ : ” اَلْوِتْرُ , مَا بَيْنَ صَلَاةِ اَلْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ اَلْفَجْرِ

Sesungguhnya Allah membantu kamu dengan sholat yang lebih baik bagimu daripada unta merah?” Kami bertanya: Sholat apa itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: “Witir antara sholat Isya’ hingga terbitnya fajar.” (HR. Ashabus Sunan kecuali al-Nasa’i)

Syaikh Bin Bazz menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk mengerjakan shalat tahajjud ini adalah di akhir malam.

فالتهجد يبدأ من بعد صلاة العشاء إلى آخر الليل كله تهجد, والأفضل آخر الليل لمن تيسر له ذلك

Maka tahajjud dimulai setelah shalat Isya’ sampai akhir malam. semua waktu itu adalah waktu tahajjud. Dan yang paling utama (dikerjakan) di akhir malam bagi orang yang ringan mengerjakannya di waktu itu.

Kemudian beliau sebutkan dalilnya di Shahih Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

من خاف أن لا يقوم من آخر الليل فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخر الليل فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة وذلك أفضل

Siapa khawatir tidak bangin di akhir malam endaknya ia witir di awal malam. dan siapa berharap bisa bangun di akhir malam hendaknya ia witir di akhir malam. karena shalat di akhir malam disaksikan (malaikat) dan itu lebih utama.” (HR. Muslim, Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Di hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Jadikan witir sebagai akhir shalat malammu,” (Muttafaq ‘Alaih dari hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma)

Keutamaan shalat tahajjud -ditutup witir- di sepertiga malam terakhir. Waktu-waktu tersebut banyak keutamaan. Banyak karunia Allah diturunkan pada waktu itu; berupa ampunan, rahmat, dan ijabah doa.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

 ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الآخر يقول من يدعوني فأستجيب له من يسألني فأعطيه من يستغفرني فأغفر له

Rabb kami Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman : Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan doanya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi permintaannya. Dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadits ini meguatkan disyariatkannya shalat tahajjud di akhir malam. Itu lebih utama. Doa-doa akan lebih besar diijabahi. Permintaan ampunan lebih akan lebih kuat diberikan.

Bahkan Al-Qur’an menyebutkan langsung keutamannya shalat di akhir malam dan menutup aktifitas malam tersebut dengan beristighfar.

انُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyaat: 17-18)

Ini adalah sebagian sifat mulia para muttaqin yang berhak masuk surga dan menikmati anugerah Allah di dalamnya.

Ringkasnya, shalat tahajjud di akhir malam itu lebih utama dari pada di awal malam. Tetapi bagi siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, disyariatkan baginya untuk menjalankan tahajjud di awal malam sebelum tidur. Wallahu a’lam.[AM/Madanitv]

0 Likes
733 Views

You may also like

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.