output_0fyRz3

    dzikir-saat-berbuka-puasa-www.madanitv.net

    Oleh: Abu Misykah

    Al-Hamdulillah, kita senantiasa memuji Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya. shalawat dan salam atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

    Bagi orang yang sedang berpuasa dan juga selainnya untuk membaca Basmalah sebelum menikmati makanan. Bacaannya, sebagian ulama mencukupkan dengan Bismillah. Sebagian lainnya membolehkan dengan tambahan “Bismillahirrahmanirrahim”.

    Sebagimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada Umar bin Abi Salamah,

    يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

    Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR. Bukhari no. 4957 dan Muslim no. 3767 dari Maktabah Syamilah)

    Apabila sudah berbuka, ia membaca doa,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah tetap pahala insya Allah.

    Doa di atas disandarkan pada hadits Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhuma yang menuturkan,

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila berbuka beliau berdoa Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah.” (HR. Abu Dawud no. 2357, al-Daruquthni, no. 2242. Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud, no. 2066 menghukuminya sebagai hadits hasan, al-Imam al-Daruquthni mengatakan: Isnadnya hasan, Al-Hakim mengatakan: Ini hadits shahih, dan Al-Hafidz Ibnul Hajar mengatakan: Ini hadits hasan)

    Boleh Juga menambahkan doa,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar engkau mengampuni aku.” (HR. Ibnu Majah, dihassankan Al-Hafidz Ibnu Hajar di Takhrij Al-Adzkar)

    Adapun doa khusus lainnya yang disandarkan kepada memiliki cacat pada sanadnya. Seperti,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    “Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, dan atas Rizki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Dawud dari Mu’adz bin Zuhrah, no. 2011 dari Maktabah Syamilah. Ibnu Sunni juga mengeluarkannya dalam kitabnya “Amalul Yaumi wal Lailah” dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu no:481, dan Abu Dawud no: 2358 dan dalam sanadnya ada Abdul Malik bin Harun bin Antarah dilemahkan oleh Imam Ahmad dan Ad-Daruquthni. Dan beliau berkata: Yahya berkata: demikianlah dia. Abu Hatim berkata: dia matruk (ditinggalkan). Ibnu Qayyim berkata dalam Zadul Ma’ad 2/51: hadits ini tidak benar)

    Memang ada sebagian ulama yang menghukuminya sebagai hadits hassan. Namun yang lebih kuat hadits ini berstatus mursal dan berstatus dhaif sebagaimana yang diutarakan oleh al-Albani dalam Dhaif Sunan Abi Dawud, no. 510. Beliau mengatakan: “Hadits ini lemah sanadnya disamping karena mursal juga perawinya Muadz bin Zahrah majhul (tidak dikenal) Lihat Irwaul Ghalil (4/38).”

    Perbanyak Berdoa Saat Berbuka

    Sesungguhnya waktu berbuka adalah tempat dikabulkannya doa, karena di penghujung ibadah. Sementara doa sesudah selesai melaksanakan ibadah memiliki kedudukan agung dalam timbangan syariat, seperti doa setelah melaksanakan shalat lima waktu dan ibadah haji. Apalagi saat usai melaksanakan puasa, yang saat itu seseorang dalam kondisi yang lemah. Dan kondisi yang sangat lemah, di tambah hati yang lembut, akan lebih menguatkan untuk datang dan berharap kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Wallahu A’lam. [AM/madanitv.net]

    output_0fyRz3

    Leave A Comment

    Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.