output_0fyRz3

    sholat-terakhir-disaksikan-rasulullah-madanitvOleh: Abu Misykah

    Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

    Shalat Shubuh di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal 11 Hijriyah adalah shalat terakhir para sahabat yang disaksikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. “Kemudian tidak datang waktu shalat berikutnya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” kata Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri di Al-Rahiqul Makhtum: 402.

    Senin, 12 Rabi’ul Awal 11 Hijriyah adalah hari wafatnya Sayyidul mursalin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Tepatnya di waktu Dzuha saat matahari sudah meninggi dan terasa panasnya.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap ke masjid untuk shalat berjamaah di hari-hari sakitnya sampai shalat Isya’ di hari Kamis –4 hari sebelum wafatnya-. Beliau sempat memimpin shalat Maghrib dengan membacakan surat Al-Mursalat.

    Ketika datang Isya’, sakit beliau bertambah berat. Beliau tidak bisa pergi ke masjid, padahal masjid berdempetan dengan rumah ‘Aisyah yang beliau tinggal di dalamnya. Beliau bertanya kepada ‘Aisyah, “Apakah orang-orang sudah shalat?” Dijawab oelh ‘Aisyah, “Belum, wahai Rasulullah, mereka menunggumu.”

    Kemudian beliau minta seember air digukanakan mandi. Beliau berdiri untuk ke masjid, tiba-tiba beliau pingsan. Ketika sadar, beliau bertanya, “Apakah orang-orang sudah shalat?” Dijawab oleh ‘Aisyah, “Belum, wahai Rasulullah, mereka menunggumu.” Beliau minta diambilkan seember air dan mandi darinya. Setelah itu beliau berusaha berdiri lalu pingsan lagi. Kejadian itu berulang sampai tiga kali sehingga beliau mengutus orang memerintahkan Abu Bakar al-Shiddiq untuk mengimami jamaah.

    Ketika para sahabat shalat Shubuh dengan diimami Abu Bakar di hari Senin 12 Rabi’ul Awal, tiba-tiba Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membuka tirai kamar ‘Aisyah dan melongok ke masjid. Beliau tersenyum sambil tertawa bahagia melihat para sahabatnya shalat Shubuh berjamaah.

    Para sahabat dibuat kaget dengan kemunculan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di Shubuh itu. Mereka mengira al-habib al-musthafa sudah sehat dan akan mengimami shalat. Abu Bakar ingin mundur ke belakang. Bahkan para sahabat ingin membatalkan shalatnya, “karena bahagia dengan kehadiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam” kata Anas bin Malik di Shahih Al-Bukhari.

    Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengisyaratkan dengan tangannya agar para sahabat melanjutkan shalatnya. Beliau menutup tirai dan masuk ke dalam kamar. Dan tidak lagi beliau menyaksikan shalat para sahabatnya setelah itu, beliau kembali kepada Allah di waktu Dhuhanya.

    Kegembiraan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan shalat Shubuh para sahabatnya ini bukan tanpa alasan. Karena shalat shubuh menjadi tanda benarnya iman seseorang dan terbebas dari kemunafikan.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

    يس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما، لأتَوهما ولو حبوًا

    Tidak ada shalat yang lebih berat bagi munafikin daripada shalat Shubuh dan Isya’. Andaisaja mereka mengetahui pahala di dalam kedua shalat itu pasti mereka mendatanginya walau dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

    Para munafikin orang yang paling malas dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, lebih-lebih shalat berjamaah. Apabila mereka mengerjakannya, mereka bermalas-malasan. Karena tidak ada niatan baik dalam hatinya dan tidak ada iman serta rasa takut kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa memahami keagungan dan kandungan ibadah teragung ini.

    Hati munafikin diliputi sifat raya’ sehingga jauh dari keikhlasan. Karenanya, mereka sering sekali meninggalkan shalat yang kehadiran mereka tidak terlihat jelas, yaitu pada shalat Isya’ dan shalat Shubuh karena kondisi gelap.

    Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersenyum sembari tertawa bahagia karena melihat para sahabatnya menjaga shalat Shubuh berjama’ah. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

    output_0fyRz3

    Leave A Comment

    Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.