output_0fyRz3

    kewajiban-penghafal-quran-qiyamul-lail-www.madanitv.net

     

    Oleh: Abu Misykah

    Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulilah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

    Jika menginginkan Al-Qur’an bersarang di dada, hendaknya melaksanakan Qiyamullail minimal 2 juz. Yaitu mengulang hafalan dalam shalat malam minimal 2 juz. Demikian pesan yang disampaikan Syaikh Dr. Abdullah Bin Muhammad bin Sulaiman Al-Jarullah kepada para santri Bina Madani, Ciawi, Bogor, Selasa (29/12/ 2015).

    Penghafal Al-Qur’an telah mendapatkan kemuliaan dari Allah. Karenanya, Beliau menasihatkan, penghafal Al-Qur’an harus benar-benar menjaga hafalan Al-Qur’an dengan mengulang-ulang hafalannya. Dan moment terbaik untuk memuraja’ah hafalan adalah saat shalat malam. Karenanya, Syaikh Abdullah Al-Jarullah yang juga seorang dokter ini mengharuskan para santri untuk shalat malam.

    “Tidak layak bagi penghafal Al-Qur’an meninggalkan qiyamullail. Tidak boleh, penghafal Al-Qur’an meninggalkan Qiyamullail, walau dengan membaca minimal 2 Juz,” tuturnya.

    Benar, Allah telah jadikan Al-Qur’an ini mudah dihafal. Bukan hanya oleh orang yang berbicara bahasa Arab saja, tapi juga oleh orang di luar Arab yang berbahasa Non-Arab.

    وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

    Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)

    Namun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah bersumpah bahwa Al-Qur’an ini juga mudah hilang.

    تعاهدوا هذا القرآن؛ فوالذي نفس محمد بيده لهو أشد تفلتاً من الإبل في عقلها

    Jagalah Al Qur’an ini dengan terus menerus, demi yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh dia (hapalan Al-Qur’an) lebih cepat hilang daripada seekor unta yang ditambatkan” (Muttafaq ‘Alaih)

    Penghafal Al-Qur’an wajib serius menjaga hafalan Qur’annya. Caranya, dengan sering memuraja’ah (mengulang-ulang) secara kontinyu. Baik disetorkan kepada Syaikh, kawan, atau muraja’ah sendirian. Namun muraja’ah yang paling baik adalah diulang-ulang dalam shalat malam. [AM/madanitv.net]

    output_0fyRz3

    Leave A Comment

    Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.