output_0fyRz3

    Artikel Madani

    Oleh: Ust. Abu Misykah

    Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.

    Kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dihiasi dengan akhlak mulia. Setiap sisi kehidupan beliau mendatangkan kekaguman bagi siapa yang memperhatikannya. Kemudian atas setiap umat untuk mengikuti dan meneladaninya.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

    Salah satu sifat mulia yang menonjol dalam diri beliau adalah sifat dermawan. Beliau adalah orang yang paling dermawan di antara manusia yang ada. Beliau sangat mudah membagi harta dan kekayaan yang dimilikinya. Bahkan disebutkan, tidak pernah bercokol harta di rumah beliau lebih tiga hari kecuali yang disiapkan untuk bayar hutang.

    Tanpa diminta beliau banyak memberi, khususnya kepada fakir miskin, orang membutuhkan, dan dijinakkan hatinya untuk Islam. Apalagi kalau diminta, maka beliau tidak pernah menolak dan berkata, “tidak”.

    Dari Jabir bin Abdillah ia berkata: Tidak pernah sama sekali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dimintai sesuatu lalu beliau berkata, “tidak”. (HR. Muslim)

    Dalam kesaksian sahabat yang lain, Anas bin Malik, ia berkata:

    جَاءَهُ رَجُلٌ فَأَعْطَاهُ غَنَمًا بَيْنَ جَبَلَيْنِ فَرَجَعَ إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ أَسْلِمُوا فَإِنَّ مُحَمَّدًا يُعْطِى عَطَاءً لاَ يَخْشَى الْفَاقَةَ

    Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diminta sesuatu atas nama Islam kecuali beliau akan memberikannya. Anas berkata: ada seseorang yang datang kepadanya lalu beliau memberinya kambing sebanyak antara dua gunung. Kemudian ia pulang ke kaumnya dan berkata: wahai kaumku, masuklah Islam, sesungguhnya Muhammad akan memberi yang banyak seakan ia tidak pernah takut kemiskinan.” (HR. Muslim)

    Yakni apabila ada seseorang yang meminta harta kepada beliau atas nama Islam –maksudnya: untuk melunakkan hatinya agar masuk Islam- pasti beliau memberinya, sebanyak apapun itu. Sampai-sampai disebutkan dalam hadits di atas, ada seorang badui yang meminta, lalu beliau memberikan kepadanya kambing yang sangat banyak. Beliau memberikan semua itu karena ada kebaikan yang diharapkan darinya, yakni keislaman dirinya dan orang-orang yang ada di belakangnya.

    Melalui kedermawanan beliau ini, orang tadi pulang menemui kaumnya dan mengajak mereka masuk Islam. Dan ternyata benar, orang tadi sangat terpukau dengan akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini sehingga ia menjadi da’i (pendakwah) yang mengajak kaumnya kepada Islam. Ia menyeru, “wahai kaum, masuklah Islam! sesungguhnya Muhammad akan memberi yang banyak seakan ia tidak pernah takut kemiskinan.” ia tidak berkata, masuklah Islam niscaya kalian akan masuk surga dan selamat dari neraka.

    Apabila mereka masuk Islam karena harta maka itu tidak berlangsung lama. Setelah mereka mengenal Islam maka jadilah agama barunya ini menjadi sesuatu yang paling dicintainya, lebih dari dunia seisinya. Inilah tujuan yang dikehendaki hamba pilihan Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. [AM/madanitv.net]


    output_0fyRz3

    Leave A Comment

    Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.