output_0fyRz3

    amal-shaleh-10-hari-pertama-dzulhijjah-madanitv

    Oleh: Abu Misykah

    Al-Hamdulillah, kita senantiasa memuji Allah, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Shalawat dan salam atas rasul dan hamba-Nya, Nabi Muhammad –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

    Masuk bulan Dzulhijjah berarti kita memasuki kumpulan hari terbaik di awalnya. Allah telah istimewakan sepuluh hari pertamanya dengan bersumpah menggunakan kumpulan hari tersebut.

    وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

    Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

    “Walayaalin ‘Asyr” menurut Imam Al-Thabari adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)

    Ibnu Katsir menguatkan penafsiran tersebut dengan mengatakan, “dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)

    Kemuliaan sepuluh hari ini juga disebutkan dalam Surat Al-Hajj dengan perintah agar memperbanyak menyebut nama Allah pada hari-hari tersebut.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

    Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

    Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini menukil riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma,  “al-Ayyam al-Ma’lumat (hari-hari yang ditentukan) adalah hari-hari yang sepuluh.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/239)

    Dapat disimpulkan bahwa keutamaan dan kemuliaan hari-hari yang sepuluh dari Dzulhijjah telah datang secara jelas dalam Al-Qur’an al-Karim yang dinamakan dengan Ayyaam Ma’lumaat karena keutamaannya dan kedudukannya yang mulia.

    Keutamaan Awal Dzulhijjah di Sunnah

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

    Tidak ada kumpulan hari yang amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud dan  Ibnu Majah)

    Hadits ini menjelaskan keutamaan amal shalih yang dikerjakan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini. Amal tersebut lebih dicintai Allah. Konsekuensinya, pelakunya juga mendapat kecintaan lebih dari-Nya. Jika Allah mencintai hamba maka Dia akan senantiasa menjaganya, menunjukinya, dan mengampuni dosanya.

    Maka dianjurkan atas orang Islam pada hari-hari tersebut untuk bersungguh-sungguh dalam ibadahnya dan memperbanyak amal shalihnya; di antaranya haji dan umrah, ‘Udhiyah, shalat, membaca Al-Qur’an, dzikrullah, takbir dan tahmid, memperbanyak doa, membantu orang-orang yang kesusahan, menyantuni orang miskin, dan amal-amal shalih lainnya. Masih ada satu amalan lagi yang utama pada hari-hari tersebut, yaitu berpuasa sunnah di dalamnya.

    Terdapat dalam Sunan Abu dawud dan lainnya, dari sebagian istri Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, dia berkata,

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ

    Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada tangga 9 Dzulhijjah.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Dawud no. 2081)

    Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid –Salah seorang ulama besar Saudi Arabia- berkata, “Di antara musim ketaatan yang agung adalah sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah, yang telah Allah muliakan atas hari-hari lainnya selama setahun. . .” lalu beliau sebutkan hadits di atas.

    Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah musim ketaatan bersifat tahunan. Kemuliaannya sebagai masa diperoleh oleh setiap penduduk negeri dengan ketaatan-ketaatan mereka. Sementara keutamaan tempat hanya dimiliki oleh jama’ah haji di Masy’aril Haram.

    Kiat Sambut Dzulhijjah

    Menyambut kumpulan hari yang mulia ini kita awali dengan taubat kepada Allah yang tulus dan tekad yang kuat untuk kembali kepada Allah dengan mengerjakan ketaatan-ketaatan. Jangan lupa tanamkan semangat membaja untuk memanfaatkan hari-hari tersebut dengan perkataan mulia dan amal-amal shalih. Karena siapa yang bertekad melaksanakan kebaikan, Allah pasti membantunya dan menyiapkan sebab-sebab yang memudahkannya untuk menyempurnakannya.

    Jangan remehkan perbuatan maksiat, karena maksiat merupakan jalan yang menjauhkan seseorang dari Allah dan rahmat-Nya. Terkadang seseorang tidak mendapatkan rahmat Allah disebabkan dosa yang dikerjakannya. Jika Anda berharap diampuni dosa dan diselamatkan dari Neraka maka jauhilah perbuatan maksiat, khusunya pada hari-hari ini. Dan siapa yang memahami apa yang dicarinya maka dia akan mudah berkorban untuknya. Wallahu A’lam. [AM/madanitv.net]

    output_0fyRz3

    Leave A Comment

    Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter message.